Buaran Pemasaran Lokasi (Place)

 KONSEP LOKASI PADA BUARAN PEMASARAN

Lokasi(place)  yang strategis akan menjadi keuntungan bagi perusahaan karena akan mudah terjangkau oleh konsumen, namun disisi lain  juga akan menjadikan biaya sewa atau investasi tempat menjadi lebih mahal. Tingginya biaya lokasi tersebut dapat diatasi dengan pengurangan pada biaya pemasaran. 

Kriteria daerah kinerja yang positif untuk pemasaran, yaitu : 

1) Accessibility (Akses) Lokasi yang mudah dijangkau, seperti mudah dijangkau oleh konsumen dengan berkendara, atau berjalan kaki, atau dengan sarana transportasi umum.

2) Visibility (Visibilitas) Lokasi dapat dilihat dengan jelas melalui jalan terbuka. 

3) Traffic (Lalu lintas)

4) Tempat parkir yang luas dan aman 

5) Expansion (Ekspansi) Tersedianya tempat yang cukup apabila terjadi keputusan untuk memperluas usaha di kemudian hari. 

6) Environment (Lingkungan). 

7) Lokasi pesaing 

8) Peraturan pemerintah.

Persyaratan legislagi wilayah terkait K3 dalam kegiatan pemasaran

UU 1 tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja adalah Undang-Undang yang mengatur tentang keselamatan kerja dalam segala tempat kerja, baik di darat, di dalam tanah, di permukaan air, di dalam air maupun di udara, yang berada di dalam wilayah kekuasaan hukum Republik Indonesia. syarat penerapan keselamatan kerja di tempat kerja di antaranya sebagai berikut :

1) Mencegah & mengurangi kecelakaan kerja.

2) Mencegah, mengurangi & memadamkan kebakaran.

3) Mencegah & mengurangi bahaya peledakan.

4) Memberi jalur evakuasi keadaan darurat.

5) Memberi P3K Kecelakaan Kerja.

6) Memberi APD (Alat Pelindung Diri) pada tenaga kerja.

7) Mencegah & mengendalikan timbulnya penyebaran suhu, kelembaban, debu, kotoran, asap, uap, gas, radiasi, kebisingan & getaran.

8) Mencegah dan mengendalikan Penyakit Akibat Kerja (PAK) dan keracunan.

9) Penerangan yang cukup dan sesuai.

10) Suhu dan kelembaban udara yang baik.

11) Menyediakan ventilasi yang cukup.

12) Memelihara kebersihan, kesehatan & ketertiban.

13) Keserasian tenaga kerja, peralatan, lingkungan, cara & proses kerja.

14) Mengamankan & memperlancar pengangkutan manusia, binatang, tanaman & barang.

15) Mengamankan & memelihara segala jenis bangunan.

16) Mengamankan & memperlancar bongkar muat, perlakuan & penyimpanan barang

17) Mencegah tekena aliran listrik berbahaya.

18) Menyesuaikan & menyempurnakan keselamatan pekerjaan yang resikonya bertambah tinggi.


Konsep dan kegunaan saluran distribusi

Saluran distribusi adalah sekelompok pedagang dan agen perusahaan yang mengkombinasikan antara pemindahan fisik dan nama dari suatu produk untuk menciptakan kegunaan bagi pasar tertentu. place (distribusi) termasuk aktivitas perusahaan untuk membuat produk tersedia bagi konsumen sasaran. Jadi dapat disimpulkan bahwa saluran distribusi adalah serangkaian organisasi yang saling tergantung dalam proses untuk membuat produk tersedia di pasar dan menciptakan kegunaan bagi konsumen sasaran. Fungsi saluran distribusi adalah aktivitas-aktivitas yang dilaksanakan anggota saluran distribusi dalam memindahkan barang dari produsen ke konsumen dan menciptakan kegunaan produk tersebut bagi konsumen.

Sembilan Fungsi Saluran Distribusi Beberapa fungsi utama yang dilaksanakan oleh anggota saluran distribusi antara lain:

1) Informasi Berbagai macam informasi sangat diperlukan dalam penyaluran barang-barang, karena dapat membantu untuk menentukan sumbernya

2) Promosi Promosi adalah aktivitas yang mengkomunikasikan keunggulan produk dan membujuk pelanggan sasaran untuk membelinya

3) Fungsi negosiasi yang dilaksanakan anggota saluran distribusi berhubungan dengan usaha untuk mencapai persetujuan akhir mengenai harga dan hal-hal lain sehubungan dengan penawaran, sehingga perpindahan hak pemilikan dapat dilaksanakan.

4) Pemesanan Pemesanan adalah komunikasi saluran kebelakang mengenai minat membeli oleh anggota saluran pemasaran ke produsen

5) Untuk memiliki sebuah barang, apakah konsumen, penyalur atau pun produsen diperlukan sejumlah dana. Dalam hal ini mereka harus melaksanakan fungsi pembelanjaan (pembiayaan).

6) Pengambilan Risiko Anggota saluran distribusi mengambil beberapa risiko yang berhubungan dengan pendistribusian produk dari perusahaan sampai kepada konsumen akhir. 

7) Fisik Anggota saluran distribusi mengatur kesinambungan penyimpanan dan pergerakan produk fisik dari bahan mentah sampai ke pelanggan akhir. 

8) pembayaran adalah arus pembayaran/uang kepada penjual atas jasa atau produk yang telah diserahkan.

9) kepemilikan yaitu arus kepemilikan dari suatu lembaga pemasaran ke lembaga lain. Fungsi ini sangat penting karena fungsi inilah yang paling menentukan apakah barang sudah sampai ke konsumen akhir atau belum.

Tipe-tipe distribusi

Tipe saluran distribusi untuk barang konsumsi:

1) Produsen ->Konsumen

2) Produsen -> Pengecer -> Konsumen

3) Produsen ->Pedagang Besar -> Pengecer ->Konsumen

4) Produsen -> Agen -> Pengecer -> Konsumen

5) Produsen -> Agen -> Pedagang Besar -> Pengecer -> Konsumen

Tipe saluran distribusi untuk barang industri:

1) Produsen ->Pemakai Industri

2) Produsen ->Distributor Industri -> Pemakai Industri

3) Produsen ->Agen Distributor -> Industri Pemakai Industri

4) Produsen ->Agen -> Pemakai Industri

Evaluasi dan upaya pengendalian saluran distribusi

Kriteria-kriteria evaluasi saluran distribusi sebagai berikut:

1) Biaya Distribusi Biaya yang harus dikeluarkan oleh distributor dalam menentukan saluran distribusi. Informasi yang dibutuhkan adalah klarifikasi biaya utama serta sub biaya utama. struktur biaya yaitu biaya tenaga penjualan, biaya infrasuktur, biaya penjualan, biaya keuangan, biaya pengantaran. 

2) Cakupan Pasar Mempertimbangkan seberapa luas produknya dapat terdistribusi dan seberapa cepat konsumen dalam mendapatkan produk. Cakupan pasar berhubungan dengan coverage yang merupakan peliputan outlet di area distribusi secara maksimal seperti pada wholesaler, retail, dan pasar 

3) Layanan Pelanggan Mengidentifikasi tipe spesifik layanan yang diharapkan pelanggan dan kemudian memilih saluran distribusi dengan cara mencocokkan kemampuan dan kesediaan setiap alternatif untuk menyediakan layanan tersebut. Terdapat  lima layanan yang dapat disediakan oleh saluran pemasaran yaitu ukuran pembelian, waktu tunggu, kenyamanan tempat, variasi produk, dan dukungan. 

4) Komunikasi dengan pasar dan pengendalian jaringan saluran distribusi Komunikasi adalah aliran informasi antara perusahaan dan pelanggan. Informasi meliputi aktivitas pesaing, produk baru dari pesaing, sikap pelanggan terhadap layanan perusahaan dan pesaing, faktorfaktor keberhasilan lini produk tertentu. Pemilihan alternatif saluran distribuasi harus sesuai kriteria pokok bahwa saluran distribusi bersangkutan harus memiliki kamauan, kompetensi dan minat besar untuk mendukung penyampaian informasi secara akurat, relevan, dan tepat waktu.

Manajemen konflik dalam saluran distribusi

Konflik adalah suatu ketidaksamaan persepsi yang ditimbulkan kartena persaingan hal yang sama. Dalam bidang ekonomi, konflik ini dikarenakan beberapa hal : 

1) Persaingan

2) Persaingan mutu

3) Persaingan lapangan

4) Persaingan pasar 

Dalam hal ini, konflik yang ditimbulkan karena adanya persaingan diantara perusahaan sejenis dan menggunakan jenis saluran distribusi yang sama. Perencanaan saluran distribusi dipengaruhi oleh saluran pemasaran yang dipakai saingan. Ini berarti pedagang perantara yang dipakai sama dengan yang dipakai saingan. Konflik saluran ini jika ditanggapi dengan positif akan membawa kemajuan bagi perusahaan. Hal ini dikarenakan perusahaan tersebut akan selalu mencari peluang dan hal baru agar pesaingannya kalah. 

Divisi Refinery yang dipimpin oleh seorang general manager, mempunyai 3 (tiga) departemen yang masing-masing dipimpin oleh seorang manager yang menjabat sebagai kepala departemen (departemen head), yaitu depertemen pabrik, departemen administrasi dan departemen pemasaran. Masing-masing manajer dalam menjalankan tugasnya, dibantu oleh beberapa asisten manajer untuk melaksanakan tugas-tugas oprasionalnya. Kepala divisi Refinery bertugas untuk mengkoordinasi seluruh manajer untuk mencapai tujuan perusahaan, menetapkan sasaran yang cukup luas serta kebijakan untuk mencapainya, memahami kendala yang terjadi dan merumuskan kembali kebijakan yang diterapkan, serta memastikan strategi berjalan baik sehingga visi dan misi terwujud sesuai dengan rencana.

Komentar

Postingan Populer